Gemilang Di Pelupuk Mata
Riuh-rendah ramainya bocah-bocah menghiasi hari setiap pagi berjalan menuju ke sekolah. Ada yang berjalan bergerombol bersama teman-temannya, ada yang mengayuh sepeda sendiri atau berboncengan, dan ada juga yang diantar oleh para orang tua. Semua riang tersenyum siap menerima pelajaran yang diberi oleh para bapak/ibu guru di sekolah. Syifa yang setiap pagi rutin menonton kanak-kanak sebayanya bermuka cerah berangkat ke sekolah, ia hanya mampu menelan ludah dan menggigit bibir ingin juga merasakan memakai seragam merah putih, memakai sepatu, menyangklong tas seperti teman sebayanya. Usianya yang sudah delapan tahun, pantasnya Syifa sudah duduk di bangku kelas dua SD. Namun ia tak mendapat kesempatan itu. Bahkan Pendidikan Usia Dini dan Taman Kanak-kanak pun Syifa tak merasakannya. Hal itu disebabkan karena ayah ibunya berada di Malaysia menjadi TKI karena terjerat hutang yang mencekik tak mampu membayar hingga akhirnya meninggalkan Syifa yang masih kecil pada neneknya. Nenek Syifa pun y...