Misteri Golok Emas Bertuah Part 2

Misteri Golok Emas Bertuah Part 2
Baca sebelumnya Misteri Golok Emas Bertuah Part1
Setiba di rumah mereka berdua langsung masuk ke kamarnya Sony. Segera Adit menutup pintu kamar dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur milik Sony.
Heran deh nyet, si Mbak Ani berbicara seperti itu, harus gue tanyain ke Pak De ni!
Eh bego, jangan loe sekali – kali membahas itu di depan Pak De ya!
Loh kenapa nyet, gue makin penasaran aja ni!
Itu berarti ada yang gak beres disini dan loe gak bisa tanya semua itu sama Pak De loe, kita harus mencari jawabannya sendirian!
Halah kelamaan, gue gak suka model kucing – kucingan gitu!
Denger bocah, ini pasti masalah serius banget dan loe harus bersabar dengan semua ini!
Serius gimana nyet?
Petama, nyokap loe sedih banget melepas loe pergi, kedua Bokap loe ngomong gitu mulu, ketiga kita gak tau ini tempatnya ada dimana Internet disini gak bisa apalagi GPS, google map juga gak nyambung juga berarti ini tempat terpencil banget, dan terakhir omongan si Mbak Ani itu yang jadi kuncinya.
Iya juga ya, bener juga loe nyet. Tumben otak loe encer. Seperti maen detektif – detektifan ya?
Udah, sekarang simpen kelakar loe. Kita cari sinyal dan telpon Bokap loe. Tanyain tentang semua ini!
Ok deh nyet, setuju!
Mereka berduapun segera pergi meninggalkan rumah tersebut dengan membawa ponsel mereka masing – masing, tapi setelah beberapa jam berputar kesana kemari, tak ada satupun sinyal yang nyangkut di ponsel mereka. Akhirnya dengan langkah gontai mereka kembali ke rumah tersebut.
Dari mana saja kalian! Hardik Pak De Trimo begitu melihat mereka. Tampak wajahnya berubah menjadi sangat serius.
Ma maaf Pak De, kami dari tadi hanya mencari sinyal untuk menelepon rumah mengabari Ibu kalau kami sudah sampai.
Itu tidak perlu kalian lakukan karena sebelumnya Bejo sudah mengabari mereka!
Oh gitu ya, ya sudah Pak De kami masuk ke kamar dulu buat istirahat!
Ya sudah, monggo. Oh ya Dit, nanti malam Pak De ingin berbicara dengan kamu empat mata bisa?
Bisa dong Pak de, temen saya kan gak punya mata jadi bisa ngobrol bertiga!
Oh maksud Pak De ngobrol tanpa temenmu dulu soalnya ada yang ingin Pak De sampaikan.
Oooh gitu ya, baiklah Pak De nanti saya temui Pak De...
Oh ya itu pesanan Rokoknya sudah datang, kalian bisa ambil di lemari situ...
Alhamdulillaaah, terimakasih Pak De ..
Yo podho podho nduk ..
Malamnya Adit menepati janjinya menemui Pak De Trimo. Dengan dcangklong dan tembakau khasnya Pak De tampak duduk santai di kursi goyangnya.
Sini Le, duduk sini dekat Pak De..
Iya Pak De. Adit segera beringsut duduk bersebelahan dengan Pak De.
Koe pasti kebingungan kenapa harus kesini kan?
Betul sekali Pak De, saya gak ngerti kenapa tiba – tiba Ayah menyuruh saya kesini.
Masalah itu kamu ndak perlu ngerti semua. Yang jelas ini Pak De titipkan buat kamu sebagai keturunan Mbah Suryo, Mbah Buyut kamu.
Adit segera menerima sebuah bungkusan dan begitu dibuka ternyata sebuah Golok yang terbuat dari emas dengan ukiran yang sangat indah.
I Ini apa Pak De, bagus sekali kelihatannya. Sahut Adit takjub sembari teus memegang dan memandangi Golok emas tersebut.
Itu Golok Emas bertuah, Pak De berikan ke Kamu dan Ayahmu buat jaga – jaga! Jaga – jaga apa Pak De!
Nanti kamu akan tahu sendiri, yang jelas sekarang Pak De sudah Tua, Pak De sudah tidak sanggup bertahan lagi, sekarang tinggal Ayahmu dan kamu sendiri!
Ma maksud Pak De gimana?
Dit, kamu sebagai anak lelaki keturunan terakhir dari Mbah Suryo, kamu harus menikah dan punya anak lelalki yang banyak!
Loh memang kenapa Pak De?
Iya supaya anakmu bisa menyelesaikan semua ini, jadi ingat, kamu harus punya anak lelaki lebih dari satu, bilamana perlu seperti Pandawa, lima sekaligus!
Hehe Pak De bercanda ya, istri saja saya belum punya apalagi mau punya banyak anak..
Ini bukan main – main Dit, ini serius. Sebenarnya Ani sudah Pak De jodohkan untuk kamu, hah tapi sayang semua rencana Pak De gagal ..
Loh loh Mbak Ani kan masih saudara sepupu saya Pak De, mana mungkin bisa ..
Hush ngawur kamu, Ani itu sebenarnya bukan anak Pak De. Dia Pak De asuh karena orang tuanya sudah meninggal sejak Ani masih kecil ..
Oooh ya lah tadi pagi saya bertemu...
Bertemu siapa?
Hehe gak Pak De, tadi pagi saya menemukan ular di sawah ..
Ya hati – hati kalau jalan – jalan. Disini masih banyak hewan – hewan liar yang berkeliaran loh..
Iya Pak De, saya akan lebih berhati – hati lagi..
Oh ya, besok kalian sudah bisa pulang. Bejo akan mengantarkan kalian pagi – pagi sekali, jadi bersiaplah. Maaf besok Pak De tidak bisa mengantarkan kalian, jadi jangan cari Pak De ya dan salam untuk Ayah dan Ibumu, sampaikan maaf sama mereka berdua kalau Pak De selalu menyusahkan mereka ..
Dengan mata berlinang dan akhirnya orang tua tersebut meneteskan air matanya perlahan sembari menghisap tembakau pada cangklongnya.
Adit terdiam sesaat tak berani bertanya lebih jauh. Benar kata Sony, Rumah ini penuh dengan misteri yang harus dicari sendiri jawabannya.
Oh ya, nanti malam kalau ada kegaduhan dari luar, jangan sekali – kali kalian berdua keluar dari kamar. Tetap di kamar kalian masing – masing dan kunci rapat pintunya. Sampai pagi kalian boleh keluar dan langsung berangkatlah ke kota bersama Bejo dan jangan sekali – kali menoleh rumah ini lagi !
Baik Pak De, tapi...
Sudah jangan banyak tanya, kamu tinggal ikuti kata Pak De saja!
Baik Pak De ..
***
Malamnya Adit tak bisa tidur nyenyak. Banyak pertanyaan bergelayut di otaknya. Kenapa Pak De begitu sedih di akhir pembicaraannya? Kenapa Pak De menitipkan Golok Emas padanya? Hah semuanya seperti sebuah teka teki silang yang tak ada jawabannya. Hingga ketika matanya mulai terpejam tiba – tiba
Duarr! Duarr! Beberapa ledakan keras membangunkan Adit yang mulai terpejam. Adit segera beringsut dari tempat tidurnya dan segera membawa Golok Emasnya serta keluar dari kamar tersebut. Tapi langkahnya terhenti ketika ia teringat pesan terakhir dari Pak De nya agar jangan keluar dari kamar segaduh apapun di luar sana. Duarr!
Duarr! Beberapa ledakan lagi muncul dari luar rumah disertai beberapa teriakan histeris yang memilukan. Keringat dingin mulai mengucur di dahi Adit, apa yang telah terjadi? Kenapa rumah yang sepi ini tiba – tiba menjadi begitu ramai dan gaduh sekali? Seperti ada pepeangan di luar sana, ah tapi ia kembali teringat nasehat terakhir Pak De Trimo agar jangan keluar apapun yang terjadi. Ah tak apalah mengintip sedikit saja toh tidak berpengaruh banyak, pikir Adit dan ia mulai beringsut pelan – pelan membuka pintu kamarnya menuju keluar rumah untuk melihat apa yang tengah terjadi di luar sana.
Adit terhenyak kaget begitu melihat keadaan diluar sana. Pak De Trimo tengah bertarung hebat dengan ratusan pasukan berkuda dan pasukan bersenjata tombak. Heran sekali, di kepala mereka terdapat sebuah tanduk dan wajah mereka sungguh menyeramkan. Salah satu mahluk itu ada yang berbeda dengan menggunakan Jubah panjang dan wajahnya hanya berupa tengkorak tanpa mata dan lainnya akan tetapi berambut panjang, rambut yang keluar dari tengkorak kepalanya.
Pak De Trimo segera bersalto katas dan segera mengarahkan pukulan ke beberapa Pasukan Iblis itu. Luar biasa gerakannya, seperti artis – artis pemain film kolosal yang dapat melompat kesana kemari.
Bruk! Bruk! Beberapa prajurit Iblis itu dapat dihancurkan oleh Pak De Trimo, tapi ketika hancur dan jatuh ke tanah maka prajurit tersebut kembali hidup dan menyerang Pak De Trimo lagi. Kaki Adit tampak bergetar hebat menyaksikan semua itu. Ia tidak menyangka ada pasukan aneh menyerang Pak De Trimo.
Tiba – tiba sebuah tawa yang menyeringai keras muncul dari kejauhan dan Kuntilanak berbaju merah terbang cepat menyerang Pak De Trimo yang sedang sibuk menghadapi para prajurit Ibis tersebut.
Brak Argh! Sebuah cakaran tajam menusuk ke pundak Pak De Trimo dan ia terjatuh kesakitan sembari memegangi pundaknya yang penuh luka akibat cakaran si Kuntilanak merah tersebut.
Ha haha, Trimo, akhirnya kau bisa kami taklukan dengan mudah. Mana senjata pamungkasmu? Sepertinya sekarang kau benar – benar lemah hahaha. Teriak sesosok mahluk yang mengerikan itu yang dipastikan adalah panglimanya.
Segera Prajurit Iblis tersebut bergerak dan mengikat Pak De Trimo yang sedang kepayahan manahan sakit.
Akhirnya tugas kita selama ini membuahkan hasil, habislah sudah keturunan Suryo dan Api itu menjadi milik kita...
Tu tunggu dulu, lepaskan Pak De Trimo! Tiba – tiba Adit memberanikan diri muncul dihadapan pasukan Iblis tersebut.
Hey siapa dia? Bagaimana dia bisa datang kesini?
Adit, ojo ngawur koe, larilah dari sini! Sahut Pak De Trimo terengah – engah.
Habisi setan cilik itu! Teriak panglima Iblis itu sembari menunjuk kearah Adit.
Adit kebingungan dan tangan serta kakinya bergetar hebat. Tapi ketika ia mengeluarkan Golok Emasnya dari sarungnya, sebuah kekuatan hebat mengalir keseluruh tubuhnya hingga sebuah kilatan emas menggelegar dari atas. Pasukan Iblis itu terperanjat kaget dan mundur beberapa langkah.
Entah kenapa Adit memiliki keberanian yang luar biasa dan maju melawan pasukan Iblis itu sembari mengibaskan Golok Emasnya kesana kemari.
Duarr! Duarr! Ledakan bertubi – tubi muncul dari Golok Emas pada genggaman tangan Adit yang lama kelamaan mulai terbiasa menggunakan Golok Emas tersebut.
Trang! Trang! Golok Emas tersebut menangkis serangan Tombak dari beberapa prajurit Iblis tersebut dan dengan cepat Adit mengibaskan Golok Emasnya kearah prajurit Iblis tersebut dan Brak! Brak! Tubuh prajurit tersebut hancur berantakan.
Tancapkan Goloknya ke tanah Dit! Teriak Pak De Trimo. Dengan cepat Adit segera menancapkan Golok Emasnya ke tanah dan Duarr!
Sebuah ledakan hebat membuat tubuh prajurit Iblis tersebut yang mulai menyatu lagi menjadi hancur berkeping – keping bahkan seperti debu yang berterbangan kesana kemari.
Panglima Iblis tersebut terkesima melihat keadaan yang mulai berbalik arah dan segera memerintahkan seluruh pasukannya untuk mundur menjauh dari tempat tersebut.
Segera Adit memotong tali yang mengikat erat tubuh Pak De Trimo dan memapahnya masuk kedalam Rumah.
Sontoloyo kamu Dit, sekarang rencana Pak De tambah buyar semua! Kenapa Pak De? Kamu yang Pak De harapkan bisa keluar dari sini dengan membawa Golok Emas tersebut sekarang kemungkinannya sangat tipis sekali. Mereka pasti akan menghalangimu untuk pergi dari sini, dan itu berarti harapan Pak De untuk bisa menghancurkan mereka pupus sudah!
Adit gak boleh egois Pak De, masa Adit harus rela melihat Pak De dihabisi mereka si!
Halah, kamu tuh sama seperti Ayahmu, keras kepala!
Biar saja Pak De, kalaupun harus mati, kita mati bersama disini, Adit gak takut!
Kamu memang benar – benar menuruni sifat Eyang buyutmu dulu!
Iya Pak De, selama kita belum mati, bisa ceritakan kenapa mereka mau menyerang dan membunuh kita si?
Haah ceritanya panjang Le. Dahulu ketika zaman penjajahan, dimana ada perang disana sini. Semua orang menjadi tidak tenang. Hingga Mbah Buyutmu, Eyang Suryo, entah mendapat kesaktian darimana ia muncul dan membela Desanya disini dengan gagah berani. Ia tidak takut dan tubuhnya kebal dengan peluru dan Bom sehingga membuat semua tentara penjajah tersebut tidak berani mendekati wilayah ini.
Semua orang mulai menghormatinya dan menjadikannya orang terpandang di Desa ini, hingga suatu hari ia harus pergi ke suatu tempat yang cukup lama, katanya ikut membantu memperjuangkan kemerdekaan negara ini, dan ketika pulang ia mendapati seluruh orang Desa sedang beramai – ramai memberikan sesaji pada suatu tempat. Setelah ditelusuri lebih dalam ternyata mereka semua telah berada pada pengaruh Iblis yang menjanjikan akan melindungi mereka dari para penjajah tersebut. Mereka ketakutan jika Eyang Buyutmu tidak kembali dan melindungi mereka, maka mereka akan dihabisi oleh para penjajah.
Haaah sayang, mereka telah tunduk pada Makhluk Iblis yang benar – benar biadab. Ibarat keluar dari kandang macan lalu masuk kandang buaya. Justru mereka diperbudak oleh para Iblis jahanam itu, malam mereka dipaksa untuk bekerja membangun Istana Iblis, hingga ketika pagi menjelang mereka kelelahan semua dan tak dapat beraktifitas seperti biasanya. Ladang – ladang tak pernah digarap sehingga bahan pangan berkurang dan mereka kelaparan. Para wanita dipaksa untuk melahirkan bayi Iblis dan mengasuh serta melayani para Iblis tersebut. Sungguh keadaan yang sangat tragis.
Lalu Mbak Ani dan Bude gimana? Sahut Adit penasaran. Mereka tetangkap ketika akan melarikan diri. Sudah Pak De peringatkan, jika ingin pergi dari sini harus membawa Golok Emas ini dalam perjalanan agar tidak dipersulit oleh mereka. Seperti yang pernah dilakukan oleh Ayahmu dulu untuk pergi meninggalkan Rumah ini dengan mmebawa Golok Emas ini dalam perjalanan dan Golok Emas tersebut harus kembali kesini untuk dipergunakan melawan Iblis itu.
Jadi Iblis itu takut dengan Golok Emas itu?
Ya, dan Rumah ini, entah mengapa mereka terus mengincar Rumah ini dan mereka tidak dapat memasuki Rumah ini jika Golok Emas ini masih berada disini. Itu mengapa Pak De bertahan disini selama ini guna untuk mempertahankan Rumah ini seperti yang telah diwasiatkan oleh Eyangmu.
Lalu kenapa Pak De menitipkan Golok Emas ini sama Adit kalau Golok Emas ini masih berguna?
Adit, Pak De sudah tua, mungkin sebentar lagi Pak De akan mati. Jika Pak De mati dan Golok Emas ini hanya berfungsi pada keturunan dari Eyang Suryo dan Ayahmu dan kamulah anak lelaki keturunan Eyang Suryo yang berhak memiliki Golok Emas ini. Jika nanti Pak De mati dan Golok Emas ini sudah ditangan kalian, maka mereka tidak akan berani mengganggu kalian disana dan kamu bisa menikah dan meneruskan keturunan kita. Syukur bisa sampai lima anak lelaki dan setelah itu mereka bisa kembali kesini dan memperebutkan Rumah ini lagi.
Jadi itu alasannya kenapa Ayahku diungsikan ke Jakarta?
Benar, tadinya Pak De berharap agar Ayahmu bisa memberikan keturunan anak lelaki yang banyak dan bisa menyelesaikan permasalahan ini, tapi Iblis itu memang sudah mengetahui rencana Pak De dan berusaha menggagalkan. Itu kenapa Ibumu berkali – kali keguguran dan Alhamdulillah lahirlah kamu, anak lelaki satu – satunya penerus keluarga ini...
Adit terduduk lemas mendengar semua itu. Ia tidak menyangka akan sepelik ini permasalahannya. Sekarang apa yang harus dilakukan? Kenapa ia tadi tidak mendengar nasehat Pak De untuk tidak keluar dari kamar dan bisa membawa Golok Emas ini ke Jakarta untuk melindungi Ayah dan Ibu serta keturunannya nanti.
Ka-kalau begitu besok kita tinggalkan tempat ini bersama Pak De, biarlah Pak De tinggal bersama kami saja! Sahut Adit sedikit bersemangat.
Ya semoga saja mereka tidak kesini lagi, tapi mustahil, si Raja Iblis itu lebih licik dari kita. Ayahmu dulu saja bisa keluar dari sini dengan perjuangan yang cukup sulit hingga berhasil. Itupun Ayahmu harus berjuang disana untuk mempertahankan hidup dari serangan para Iblis itu.
Bagaimana caranya Ayah isa meninggalkan tempat ini, lalu kenapa Pak Bejo bisa seenaknya bolak balik pergi dari tempat ini Pak De?
Haah itu semua berkat Eyangmu Dit. Eyang Mardilah yang berhasil mengungsikan Ayahmu dari sini. Ia berpura – pura membuat keributan dan berpura – pura lari meninggalkan tempat ini hingga para Iblis itu terpancing dan beramai – ramai mengejar Bapak alias Eyang Mardi. Disaat itu Pak De diperintahkan membawa Ayahmu yang pada waktu itu masih berusia sekitar 15 tahun ke kota dengan membawa Golok Emas ini. Setelah sampai di tepi jalan kita berpisah, Pak De kembali kesini dan Ayahmu pegi merantau di Jakarta. Haah Bapak begitu sayang sama kita hingga rela mengorbankan nyawanya dan Pak De harus menjalani takdir menjaga tempat ini sampai sekarang.
Bejo adalah keturunan dari Iblis dan manusia yang dibuang oleh mereka, entah kenapa alasannya. Pak De menemukannya dan mengasuhnya sampai sekarang. Iblis itu tidak terlalu memperdulikannya, apalagi ketika ia pergi ke kota dengan membawa Golok Emas ini, mereka tidak mengetahui keberadaan Si Bejo itu. Tapi setelah ia kembali ia harus beristirahat beberapa hari karena Golok Emas itu bisa menyerap kekuatan Bejo selama diperjalanan. Itu mengapa Bejo hanya seminggu sekali ke kota dan mengambil uang kiriman dari Ayahmu serta membelanjakan kebutuhan Pak De disini. Ayahmulah yang memenuhi kebutuhan Pak De selama ini dan mengirimmu kesini. Sungguh adik yang berbakti kepada saudara dan keluarganya.
Adit terdiam lagi, sekarang semakin jelas tentang semua ini. Tapi apakah ia bisa keluar dari tempat ini? Haaah rasanya berat sekali.
Haah tadinya Pak De berusaha mengecoh mereka, dengan membunuh Pak De mereka pikir Rumah ini bisa mereka masuki, tapi meeka belum menyadari kehadiranmu disini dan Golok Emas itu berada ditanganmu, mereka tidak akan bisa memasuki rumah pada malam ini dan pasti besoknya mereka baru membawa pasukan penuh untuk memasuki rumah ini dan pada saat itu kau dan temanmu sudah tidak ada disini dan Pak De mengandalkan Bejo untuk mengantarkan kalian besok pagi. Memang kekuatan Bejo belum kembali seutuhnya, tapi dengan Golok Emas ditanganmu sepertinya tak dapat menyerap kekuatan Bejo. Yang penting Kamu dan temanmu bisa keluar dari sini dengan selamat itu sudah cukup bagi Pak De.
Ya sudahlah Pak De, nasi sudah menjadi bubur, mau bagaimana lagi. Lagipula kalau jauh – jauh hari Adit diceritakan seperti ini pastilah Adit kesini dengan keadaan yang sudah siap.
Siap atau malah ketakutan? Sahut Pak De ktus.
Anak muda yang masih labil sepertimu itu kebanyakan kabur duluan setelah tahu panjang lebarnya. Contohnya saja si Ani yang ketakutan begitu sudah mengetahui keadaan yang sebenarnya. Ia kabur begitu saja dari tempat ini dan Bu de mu akhirnya kalap juga keluar dari rumah ini dan ikut mencarinya. Mungkin mereka sudah dibawa ke Istana Iblis itu dan menjadi pelayan mereka... Duanco! Teriak Pak De emosi.

Baca Selanjutnya Misteri Golok Emas Bertuah Part 3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri Puri Berhantu Part 1

Misteri Golok Emas Bertuah Part 3