Misteri Golok Emas Bertuah Part 3
Misteri Golok Emas Bertuah Part 3
Baca Sebelumnya Misteri Golok Emas Bertuah Part 2
TAMAT
Baca Sebelumnya Misteri Golok Emas Bertuah Part 2
Blar! Blar! Segerombolan Pasukan Iblis itu datang lagi, kali ini rupanya mereka membawa Pasukan yang cukup banyak untuk menghabisi Adit dan Pak De Trimo.
Kamu sudah siap Dit? Tanya Pak De Trimo.
Siap gak siap harus siap Pak De!
Bagus, apapun yang terjadi kita harus berani berjuang melawan mereka ya, semoga Allah SWT melindungi kita semua ...
Amin. Sahut Adit datar.
Sekarang ia tidak tahu apakah ia bisa hidup dan kembali ke Jakarta, ataukah ia harus mati disini. Haah ia baru teringat sahabatnya Sony. Andaikan ia tak mengajak Sony pasti ia tak akan merasa menyesal seperti ini.
Maafkan aku Son, aku malah membawamu kematian bersamamu, semoga kita dipertemukan lagi di akherat nanti ya . Maafkan aku. Sahut Adit dalam hati.
Trimo, ajalmu sudah datang. Bersiaplah menerima kematianmu! Sahut Panglima Iblis tersebut.
Cuih, aku ndak takut sama koe tengkorak hidup! Pak De Trimo mulai emosi dan mengencangkan otot – otot tangannya.
Serbuu! Sahut Panglima Iblis tersebut. Pak De Trimo segera berlari kedepan sembari mengibaskan senjata Golok sederhananya. Sedangkan Adit mulai bersiap dengan mengeluarkan Golok Emas dari sarungnya.
Blar! Blar! Kilatan petir Emas menyambar dari langit pertanda siap bertempur.
Prajurit Iblis itu memcah menjadi dua kelompok, kelompok pertama mengarah ke Pak De Trimo dan satunya lagi kearah Adit yang masih memegang Golok Emasnya.
Kali ini Adit sudah tidak gentar lagi, ya ketika kematian sudah ada di depan kita, sepertinya keberanian muncul begitu saja. Adit kini tidak takut lagi dengan para prajurit Iblis itu yang berwujud menyeramkan. Ia segera berlari dan berputar mengibaskan Golok Emasnya.
Blar! Blar! Brak! Beberapa prajurit itu roboh dengan terlepasnya beberapa bagian dari tubuh mereka. Segera Adit menancapkan Golok Emasnya itu ke tanah dan Duarr! Tubuh prajurit yang roboh itu langsung hancur lebur bagai debu.
Prajurit Iblis yang lain mulai ketakutan dan mundur beberapa langkah. Pak De Trimo tampak menyunggingkan senyum kepada Adit yang sudah mulai terbiasa dengan Golok Emasnya.
Adit baru mengerti kenapa Ayahnya selalu memasukkan dirinya ke beberapa perguruan bela diri seperti Wu Shu, pencak silat, Karate dan lainnya, ternyata Ayah sedang mempersiapkan dirinya agar bisa mempertahankan dirinya sendiri dalam keadaan seperti ini.
Tiba – tiba suara cekikikan yang keras datang disertai terbangnya Kuntilanak merah yang terbang begitu cepat menghampiri Pak De Trimo yang sedang sibuk menghadapi prajurit Iblis itu. Segera Adit berlari menuju sebuah batu besar dan menjejakkan kakinya sekeras mungkin dan mengarahkan Golok Emasnya keatas dan ..
Cap! Aaargh! Sebuah teriakan memilukan dari Kuntilanak merah itu yang terjatuh bergulingan ketanah dan semburan darah hitam yang keluar tanpa henti. Tiba – tiba tubuh Kuntilanak yang tergeletak itu meleleh dan terserap tanah hingga hanya menyisakan asap tebal. Pak De Trimo yang melihat kejadian itu langsung mengacungkan jempol kearah Adit sembari tangan kanannya menangkis serangan Prajurit Iblis tersebut.
Mundur kalian, orang ini biar kuhadapi sendiri! Sahut Panglima Iblis itu yang mulai turun dari kudanya.
Sang Panglima Iblis itu segera mengeluarkan senjatanya berupa sebuah pedang dengan pegangan kepala tengkorak di bagian bawahnya. Begitu pedangnya terhunus, sebuah hawa panas mulai menyelimuti areal peperangan itu. Adit mulai bersiap dengan Golok Emasnya. Sekarang hanya ada dua pilihan yaitu mati ditangannya atau menghabisinya.
Hiyaaat Trang! Trang! Trang! Golok Emas beradu dengan pedang tengkorak tersebut. Kilatan Petir Emas dan hawa panas mulai bertebaran di pertempuran tersebut. Hingga ...
Blar! Sebuah ledakan hebat terjadi akibat hentakan pedang tengkorak tersebut yang beradu dengan Golok Emas milik Adit. Keduanya terpental jauh dan bergulingan. Golok Emas dan Pedang Tengkorak juga terpental entah kemana.
Adit yang baru tersadar Golok Emasnya tidak berada ditangannya segera beringsut bangkit secepatnya menuju Golok Emasnya yang tergeletak lumayan jauh dari tempat ia terjatuh. Sang Panglima Iblis tersebut tidak menyia – nyiakan kesempatan tersebut dan segera melompat kedepan secepat mungkin sembari menghunus sebuah belati yang ia ambil dari bagian pinggangnya.
Awaaas Diiit! Pak De Trimo segera berlari secepat mungkin menghampiri Adit yang masih terfokus untuk meraih Golok Emasnya dan
Jepp! Aaargh! Belati itu menancap pada lengan Pak De Trimo yang tau – tau sudah berada dihadapan adit dan berusaha melindungi keponakan lelakinya tersebut.
Panglima Iblis tersebut segra menjejakkan kakinya ke tubuh Pak De Trimo hingga Belati yang tertancap tersebut kembali berada ditangannya dengan mata pisau yang penuh darah. Segera Adit berusaha meraih Golok emasnya yang hanya berjarak tidak jauh dari tempatnya sekarang dan...
Kraak! Aaargh!
Adit meraung kesakitan karena tangannya terinjak oleh Panglima Iblis itu dengan sengaja.
Hemm, sudah saatnya kau ke neraka bocah sok tau! Sahut Panglima Iblis itu sembari menjilati darah yang masih menempel pada mata pisau belatinya dan langsung menghunuskan Belatinya kearah Adit yang masih berusaha melpaskan tangannya dari injakan Panglima Iblis tersebut.
Klothak! Adauuw! Tiba – tiba sebuah kerikil mengenai kepala Panglima Iblis itu.
Hahaha ternyata dibalik Tenkorak itu gak ada otaknya yaa Boss, buktinya peltakan kerikil gue membuktikan kepala loe kosong hahaha! Sebuah tawa yang tidak asing lagi bagi Adit dan ketika semua menengok kearah suara tersebut, Sony dengan gaya khasnya berjalan menghampiri dengan tongkatnya sembari tangan kanannya memegang sebatang Rokok yang masih menyala.
Setan alas! Siapa lagi ini! Sahut Panglima Iblis itu geram dan berbalik berhadapan dengan Sony yang masih berjalan santai.
Ini rupanya yang coba gangguin sohib gue? Dasar jelek loe! Rambut gondrong tapi kagak punya otak haha. Pantesnya loe disebut Tengkorak jelek kagak punya otak! Sahut Sony berlagak santai. Dasar setan kecil, kau dulu yang akan kukirim ke neraka, hiyaaat! Sahut Si Panglima Iblis itu sembari melompat tinggi kedepan dan menghunuskan Belati tersebut. Dengan cepat Sony membuang Rokoknya dan mengarahkan tongkatnya itu kearah Panglima Iblis itu.
Aargh! Panglima itu terhenyak kaget tidak percaya dengan apa yang terjadi, Tubuhnya kini tertusuk tongkat milik Sony yang ia pikir tidak ada apa – apanya. Sony segera menarik tongkatnya dan kakinya langsung menendang Panglima Iblis itu hingga terkapar bergulingan di tanah. Segera dengan cepat Sony berlari dan menjejakkan kakinya kearah kepala Panglima Iblis itu dan ..
Kraak! Blass! Kepala tengkorak itu pecah dan mengeluarkan asap tebal lalu tubuh Panglima tersebut terbakar api dan hilang begitu saja.
Prajurit Iblis yang melihat kejadian tersebut segera mundur dan berlari menjauh. Sony segera membangunkan Adit dan memapah Pak De Trimo yang masih kesakitan akibat tusukan Belati milik Panglima Iblis tersebut.
Wuaah hebat banget si Loe Son? Gimana caranya loe bisa mengalahkan si Iblis itu? Kan mata loe buta?
Iya Dit, semenjak si Marni menghantuiku dulu, tanpa sengaja indera keenamku muncul degnan sendirinya. Ya gue latih aja itu pelan – pelan di setiap hari.
Oh iya ya pantesan waktu ada yang ngikutin kita loe bisa tau ya? Ah gue baru nyadar itu. Sahut Adit penuh kebanggan terhadap sahabatnya itu.
Maaf Nak Sony sudah masuk dalam permasalahan kami dan terimakasih sudah ikut membantu kami ... Sahut Pak De Trimo sambil membalut lukanya dengan kain bersih.
Sudahlah Pak De, tenang saja saya sudah tahu semuanya kok.. Sahut Sony dengan penuh kesabaran.
Tau dari mana loe? Sahut Adit penasaran.
Yaelah kuping gue kan tajem kale, kalian ngomong itu gue kedenggeran banget, emang kuping loe isinya tai doang haha! Sahut Sony berkelakar.
Ah rese loe, tau gitu tadi loe aja yang ngadepin mereka, gue udah ketar ketir sampai rasanya kematian tuh udah ada di depan mata...
Ya loe si kagak ngajak gue, ya gue diem aja, liat aja sampai dimana kehebatan loe.. Sahut Sony kalem.
Gue, elo itu apa si? Tanya Pak De Trimo menelisik penasaran.
Hehe itu bahasa gaul Pak De yang artinya saya sama kamu! Sahut Adit dengan menahan senyum.
Oooo!
Adit dan Pak De Trimo seperti mendapat kekuatan baru kali ini dengan hadirnya Sony bersama mereka.
Lalu, gimana si caranya loe melatih indera keenam loe? Sahut Adit penasaran.
Ya gampang aja bro, kita harus sadari kalau kita adalah makhluk paling sempurna di dunia ini. Tidak ada satupun makhluk yang bisa menandingi kita, bahkan Iblis itu karena itulah takdir Allah untuk kita. Ya sudah gitu aja, makannya tadi walaupun gue pake tongkat buluk gue ya si Iblis itu bisa mati dengan mudah.. Adit dan Pak De Trimo tampak mengangguk – angguk mengerti.
Tapi kenapa tadi gue udah baca – baca surat ini itu mereka kagak ngaruh sama sekali si? Sahut Adit serius.
Itu karena di dalam hati loe masih meragukan takdir Allah, loe gak yakin kalo loe adalah makhluk paling sempurna. Buktinya loe masih mengandalkan Golok Emas itu yang itu juga paling bikinan setan juga. Jadi disini itu masih pergumulan antara setan sama setan. Ya maklum aja, pada zaman dulu kan Islam belum seperti sekarang, jadi orang – orang masih percaya dan tunduk sama mitos dan segala sesuatunya itu dan itulah yang membuat manusia menjadi lemah.
Ooo gitu ya, jadi selama ini kita salah dong? Sahut Adit takjub.
Ya bukannya salah tapi belum mengerti aja si hehe. Ya udah trus gimana ni sekarang? Sahut Adit dengan memandang kearah Pak De Trimo yang semenjak tadi terdiam mencerna kata – kata Sony yang blak – blakan.
Ya udah kita satroni aja mereka semua, ancurin semua sehancur – hancurnya dan kembalikan Desa ini seperti sediakala.
Ya udah ayo deh habisi mereka! Sahut Adit bersemangat dan menarik tangan Pak De Trimo yang masih terduduk diam mencerna perkataan Sony.
Tapi kalau mereka menyerang kita? Sahut Pak De Trimo sedikit ragu.
Ya itulah Pak De, kenapa Pak De dan orang – orang di Desa ini tidak bisa terlepas dari belenggu mereka, ya karena masih takut dan ragu. Kehidupan, kematian dan jodoh itu hanya Allah yang tahu, hanya Allah yang bisa. Iblis dan Setan hanya mempermainkan kita dan itulah tugas mereka. Kalaupun nanti kita harus kmati saat menghadapi mereka ya sudah berarti umur kita Cuma segitu. Yang penting jangan sedikitpun kita tunduk sama mereka karena mereka juga ciptaan Allah.
Baiklah nak sony, ayo kita habisi mereka!
Ayo! Sahut Adit dan Sony bersamaan.
***
Adit begitu semangatnya berjalan hingga ia tidak sadar kalau ia mulai setengah berlari. Dalam perjalanan ia mulai bisa mencerna perkataan Sony yang biar kata seorang tunanetra tapi pemahamannya begitu bagus mengenai semua ini. Sedangkan Pak De Trimo masih kebingungan dengan semuanya, kenapa Golok Emas itu? Perkataan Sony dan rasa tak percaya ketika Sony berhasil membunuh Panglima Iblis itu dengan sangat mudahnya. Sedangkan dirinya sendiri masih butuh bertahun – tahun bahkan berpuluh – puluh tahun lamanya dan masih belum berhasil melawan pasukan Iblis itu terutama Panglima Iblis itu. Paling, yang ia lakukan selama ini hanya menggertaknya agar pergi dan menjauh dari rumah tersebut.
Sony berkonsentrasi penuh mengikuti langkah Adit dan Pak De Trimo, telinganya yang tajam terus memperhatikan keadaan sekitar. Kerajaan Iblis itu pasti sudah berdiri lama dan Raja Iblisnya pasti memiliki kekuatan yang sangat besar. Ia sendiri tak tahu apa bisa mengalahkannya semudah mengalahkan Panglima Iblis itu, tapi yang ia sadari adalah Allah telah mengirimkannya kesini dan membantu Adit dan keluarganya. Sony tak tahu apa ia bisa berhasil atau tidak, yang jelas ia ikhlas dan pasrah dengan semua ini hingga mungkin ia harus berhadapan dengan Raja Iblis tersebut.
Adit segera menghentikan langkahnya diikuti oleh Pak De Trimo dan Sony. Mereka bertiga terdiam sesaat begitu melihat sebuah kerajaan yang sangat megah berdiri dihadapan mereka.
Tap! Tap! Sony menpuk salah satu pundak Adit dan Pak De Trimo. Sudah saatnya kita menjemput takdir kita, hidup atau mati itu Allah yang mengatur. Kita sebagai manusia wajib untuk berusaha sekuat tenaga! Sahut Sony penuh wibawa dan keduanya mengangguk pelan.
Adit mulai mengibaskan Golok Emasnya dan Blar! Blar! Gerbang penutup tersebut hancur lebur.
Segerombolan pasukan Iblis itu segera keluar dan menghadang mereka bertiga.
Pak DE Trimo segera bersalto kedepan dan mulai menghajar pasukan Iblis itu. Kali ini semangatnya begitu tinggi hingga tanpa ia sadari kekuatannya bertambah besar hingga dalam beberapa tebasan saja puluhan pasukan Iblis itu hancur dan segera Adit menancapkan Golok Emasnya ketanah dan Duarr! Habislah pasukan Iblis itu.
Sony segera masuk kedalam dan berlari menuju suatu tempat. Sungguh pemandangan yang sangat miris, para penduduk Desa tersebut dipaksa harus bekerja membangun Istana Iblis itu. Ada yang kakinya terikat dan dicambuk dengan sadis, ada yang sedang mendorong gerobak yang penuh dengan bahan bangunan dengan hadiah cambukan yang bertubi – tubi. Teriakan kesakitan dimana – mana tapi para prajurit Iblis itu seakan tak perduli bahkan mereka menganggap itu hanyalah sebuah nyanyian kegembiraan.
Tap! Tap! Sony segera menangkap cambukan Prajurit Iblis itu yang terkejut dengan kehadiran Sony tersebut. Dengan cepat Sony menendangkan kakinya ketubuh Prajurit itu dan Blar! Tubuh prajurit itu hancur lebur. Sony segera melepas ikatan seorang pemuda yang tengah merintih kesakitan dan berteriak.
Bapak – bapak, Ibu – ibu lari tinggalkan tempat ini!
Awalnya semuanya terdiam melihat kearah Sony dan begitu melihat Pak De Trimo dan Adit yang sedang membabi buta menghancurkan para prajurit itu mereka segera berusaha melepas tali pengikat yang terdapat pada tubuh mereka masing – masing dan berhamburan lari keluar meninggalkan Istana Iblis itu.
Prajurit Iblis itupun mulai kepayahan menghadapi serangan Adit dan yang lainnya. Perlahan jumlah pasukan Iblis tersebut mulai berkurang dan mereka lebih banyak mundur ketimbang menyerang balik. Apalagi tanpa ada komando dari Panglima Iblis, sepertinya kekuatan mereka kacau balau. Pak De Trimo semakin percaya diri melihat keadaan itu. Dalam hati ia bersyukur memiliki keponakan dan anak muda yang pemberani. Pasukan Iblis yang tersisa mulai merapat dan mundur kebelakang. Sony tahu mereka sedang melindungi keberadaan Raja Iblis yang pasti sedang berada di tempat itu. Tiba – tiba suara tawa keras menggelegar dan mereka bertiga bersiap dengan situasi yang berbeda.
Hahaha akhirnya kalian kesini untuk mengantarkan nyawa kalian sendiri!
Sesosok bermata merah akhirnya muncul dari atas menara dengan taring yang menyeramkan.
Cuih! Kami kesini justru akan menjadikanmu sate Iblis! Sahut Pak De Trimo mulai menggertak.
Segera Raja Iblis itu melompat turun dari menara yang cukup tinggi itu dan pak De Trimo segera berancang – ancang untuk melompat guna menghadapi si Raja Iblis itu tapi
Aargh! Tiba – tiba muncul ribuan tangan dari dalam tanah dan berusaha mencekal kaki ketiganya.
Sony, Adit dan Pak De Trimo segera berupaya melepaskan cengkeraman tangan – tangan itu tapi tiba – tiba tanah menjadi lembek seperti lumpur dan ketiganya mulai terperosok masuk kedalam.
Adit segera menancapkan Golok Emasnya ketanah tersebut dan Blar! Ribuan tangan hancur bertebaran kesana kemari.
Pak De yang merasa sudah terbebas dari cengeraman tangan itu segera melompat kedepan dan mengarahkan Goloknya kearah Raja Iblis itu.
Sang Raja tidak mau kalah, segera ia menyabet Tombak dari salah satu prajuritnya dan melompat kedepan sembari menghunuskan Tombaknya dengan cepat.
Trang! Jep! Argh!
Pak De Trimo terpental sembari memegangi dada sebelah kanannya yang telah tertusuk Tombak itu.
Pak De! Serentak Sony dan Adit berlari menuju kearah Pak De Trimo yang tengah kesakitan.
Melihat Pak De Trimo yang mengeluarkan darah segar dan merintih kesakitan itu, Adit mulai emosi dan segera berlari cepat sembari menghunus Golok Emasnya kearah Raja Iblis tersebut.
Tap! Segera Raja Iblis itu menangkap ujung Golok Emas itu dengan satu tangannya. Tapi Adit tak mau menyerah begitu saja, dengan sekuat tenaga ia terus mendorong Golok Emas tersebut agar bisa menghujam jantung Raja Iblis tersebut. Tapi sepertinya Raja Iblis itu terlalu kuat dan kesaktian Golok Emas itu sepertinya menghilang begitu saja.
Tiba – tiba tubuh Adit bagai disengat listrik ribuan Volt dan ia bergetar hebat. Adit mulai berpikir untuk mencabut Goloknya saja dan menebasnya dengan arah yang lain tapi Golok tersebut seperti sudah menempel kuat pada tangan Raja Iblis itu dan Adit terus merasa seperti mendapat sengatan listrik yang luar biasa.
Adit! Adit! Lepas Dit! Kamu jangan gegabah, lepaskan Golok Emas itu! Sahut Sony berteriak memperingatkan Adit yang masih berusaha mempertahankan Golok Emasnya itu.
Bagaimana mungkin ia bisa menghadapi Raja Iblis itu tanpa Golok Emasnya. Astaghfirullah, Adit baru teringat perkataan Sony beberapa waktu lalu. Golok Emas juga adalah setan, jadi itu seperti pergumulan setan melawan setan. Adit mulai sadar, ia terlalu menggantungkan hidupnya pada Golok Emas itu. Dan dengan hentakan keras Adit mulai menghentakan tangannya melepas Golok Emas tersebut dan Blar! Adit bergulingan menjauh dari Raja Iblis tersebut.
Haha Akhirnya kau kembali juga Golok Emasku! Dasar pengkhianat, Suryo telah mencurinya dariku dan kini akan kuhabisi semua anak keturunannya, hahaha!
Tawa itu menggelegar disertai kilatan petir berwarna keemasan. Adit dan Pak De Trimo berpandangan seakan tak percaya dengan apa yang diucapkan Raja Iblis tersebut.
Srek! Srek! Srek! Raja Iblis itu berjalan pelan mendekati Adit yang masih terlihat lemas karena setruman pedang Golok Emas itu. Dan ketika sudah hampir beberapa langkah lagi, segera Raja Iblis itu menghunuskan Golok Emas itu keatas dan seketika kilatan petir berwarna Emas terus menyambar disekitar tempat itu.
Hey, Hey permainan belum selesai Raja! Sony tiba – tiba sudah berada di depan Adit dan berhadapan dengan Raja Iblis itu.
Kau siapa? Tanya Raja Iblis itu sambil matanya menelisik memperhatikan tubuh Sony dari atas sampai kebawah.
Aku Si Buta dari Goa hantu, halah aku Spiderman, halah bukan – bukan, aku adalah hamba Allah!
Tanpa sadar Raja Iblis itu mundur beberapa langkah.
Kau harus tahu Raja, kita diciptakan utnuk saling berdampingan. Kau betugas untuk mengganggu kami, dan kami berhak untuk melawanmu. Allah mengirimkan kita ke dunia ini dan sekarang hanya dua pilihanmu. Pergi dari sini atau atas izin Allah kau kukembalikan dengan cepat!
Hemmm sungguh pilihan yang cukup sulit ya anak muda. Tapi ini kerajaanku dan aku sudah ada disini cukup lama sebelum kau disini!
Tapi kau terlalu mengganggu dan mengusik ketenangan manusia disini hingga mereka terpaksa menyembahmu!
Terpaksa? Kau bilang terpaksa? Mereka dengan sukarela memberikan jiwanya untukku dan kerajaan ini dan sudah sepatutnya aku menjadi hak atas mereka!
Tidak, kau memanfaatkan kelemahan mereka, kau hadir disaat mereka kehilangan jiwanya, kau datang merusak segalanya hingga mereka terpaksa berlutut menyerahkan jiwa mereka untukmu!
Hahaha luar biasa kau anak muda. Berani sekali kau berbicara seperti itu padaku!
Tidak, Allah lah yang mengirimku kesini untuk berhadapan denganmu Raja!
Aku tidak pernah membuat perjanjian dengan manusia seperti kau, manusialah yang selalu membuat perjanjian kepadaku dengan menyerahkan jiwa mereka hahaha!
Untuk itulah aku disini, untuk meluruskan semuanya. Menjadikannya apa yang seharusnya terjadi ...
Kau terlalu banyak bicara anak muda, sekarang akulah yang akan mengantarmu ke neraka, Hiyaaat!
Blar! Blar! Trang! Trang! Golok Emas itu beradu dengan tongkat alumunium milik Sony. Ledakan bertubi – tubi mengiringi pertempuran sengit mereka. Raja Iblis tahu kematian Panglimanya itu karena Sony dan ia menjadi lebih berhati – hati dengan pergerakan Sony yang luar biasa itu.
Hap! Raja Iblis itu melompat kebelakang jauh dan sony yang tak bisa melompat sejauh itu segera merunduk mengambil beberapa buah batu kecil dan melemparkannya kearah Raja Iblis itu.
Trang! Trang! Trang! Raja Iblis itu menangkisnya dengan Golok Emas Itu.
Dasar Bocah tengik, kenapa kau melempar batu kecil itu? Ini seperti perkelahian anak kecil saja! Geram Raja Iblis itu.
Untuk melawanmu tak perlu dengan cara – cara yang wajar, lagipula ngapain kamu mundur kebelakang? Kamu takut ya denganku?
Cuih, anak sombong, kini kau yang kuhabisi!
Bleg! Bleg! Bleg! Segera Raja Iblis itu kembali bersalto kedepan sembari menghunus Golok Emasnya. Sony bersiap dengan serangan itu.
Trang! Trang! Blar! Blar! Pertempuran sengitpun kembali berlangsung. Adit dan Pak De Trimo memicingkan matanya ekstra keras karena pertempuran keduanya memang benar – benar sangat cepat dan terkadang hampir kesulitan memperhatikannya dengan mata biasa.
Plak! Plak! Buk! Beberapa kali tangan mereka beradu dan satu pukulan telak berhasil mengenai dada Raja Iblis itu hingga sedikit terseret kebelakang.
Huekh! Tiba – tiba Raja Iblis itu memuntahkan darah hitamnya dari mulutnya dan ia memandang Sony seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi.
Sebelum semuanya terlambat, lari dan pergilah dari sini. Bawa semua pasukanmu! Sahut Sony tenang sambil mengatur nafasnya yang mulai kehabisan akibat pertempuran sengit itu.
Raja Iblis itu hanya memandang tajam kepada Sony. Ia tak percaya dengan pertempuran tadi. Seorang manusia bisa menghajarnya seperti itu hingga ia harus mengeluarkan Darah hitamnya.
Kau sudah berkali – kali aku peringatkan tapi kau tetap saja disini, aku masih tetap memberimu dua pilihan itu dan sekarang pilihlah dengan bijak!
Cuih, aku memilih lebih baik aku menghabisimu sekarang, Hiyaat!
Bam! Blar! Blar Trang! Trang!
Pertarungan sengit kembali dimulai. Kali ini Raja Iblis benar – benar menggunakan kekuatan penuh untuk melawan Sony. Petir Emas menggelegar dimana – mana dan Sony tak gentar sedikitpun melawan Raja Iblis itu. Ia sudah mempersiapkannya, untuk menghadapi Raja Iblis itu ia tidak boleh ragu sedikitpun dan hati harus tetap Ikhlas dan pasrah kepada Allah SWT Yang Maha Segalanya.
Bak! Kali ini tendangan Sony berhasil mengenai Dada atas sebelah kanan Raja Iblis dan Sang Raja bergulingan kebelakang. Sonypun tak menyia- nyiakan kesempatan itu dan segera ia hunuskan tongkat Alumuniumnya kedepan mengarah ke Jantung Raja Iblis itu.
Sony.... Apa kau masih mencintaiku?
Marni? Tidak! Sony segera menarik Tongkatnya yang akan menghujam Jantung Raja Iblis itu yang tiba – tiba berubah menjadi Sosok Marni yang ia kenal.
Sony, pulanglah Sony, Ibu menunggumu!
Ibu...uu!
Sony... pulanglah Sony...!
Ayah? Ayaah? Tidaaaak!
Sony mejadi kebingungan tiba – tiba muncul sosok Ibu, Ayah dan Marni dari segala arah mengelilingi Sony yang tampak kebingungan dan menjadi emosi.kepalanya kini muncul memori kenangan saat Marni bertandang kerumahnya disaat – saat terakhir ia dapat menjumpainya. Ayah dan Ibunya yang telah lama Wafat dimana ia begitu rindunya terhadap mereka semua.
Tidak! Tidak! Ini tidak boleh terjadi! Teriak Sony sembari memukul – mukulkan kepalanya sendiri.
Jrep! Tiba – tiba beberapa kuku panjang yang mengerikan menancap pada pundak Sony disebelah kiri.
Aargh! Sony bergulingan kesamping kanan sembari memegangi lukanya itu.
Sony tak dapat menghentikan kenangan – kenangan masa lalunya bersama kedua orangtuanya dan Marni, ia juga tak dapat fokus pada pertarungannya melawan Raja Iblis tersebut.
Aargh! Kali ini cakaran kuku tajam itu mengenai perut Sony dan lagi – lagi Sony bergulingan kesamping dan ...
Hap!
Tiba – tiba ia mencengkeram sesuatu dari dalam tanah dan menariknya kuat . kuat. Muncul kepala Kuntilanak dengan mata yang berlubang dan seringai mengerikan yang tengah terjambak rambutnya oleh tangan Sony.
Blas! Aargh! Suara teriakan memilukan menggaung keras disekeliling pertempuran itu. Sony berhasil memukul kepala Kuntilanak itu hingga hancur berantakan memuncratkan darah hitam yang panas dimana – mana hingga mengepulkan asap.
Sony kembali mengambil Tongkatnya yang berada tidak jauh dari tempat dimana ia berada dan segra berjalan pelan menuju Raja Iblis yang tengah melongo keheranan.
Bagaimana kau bisa mengetahuinya? Tanya Raja Iblis keheranan melihat Kuntilanak kepercayaannya kini terkapar mati dengan kepala yang hancur lebur bersimbah darah hitam.
Ingat Raja, aku melawanmu tanpa menggunakan mata biasa, untuk melawanmu aku menggunakan Naluri seorang manusia, ya naluri untuk bertahan hidup dengan kekuatan sendiri. Itu kan yang kau lemahkan untuk kami?
Kau memang benar – benar manusia yang luar biasa, aku tak akan pernah menyesal melawanmu, hihiyaaat!
Tubuh Sang Raja Iblis itu terbang meluncur kedepan dengan cepat sembari menghunuskan Golok Emasnya dan Jep! Aaargh!
Tongkat Sony berhasil menghujam Jantung Raja Iblis itu yang hanya menatap tajam kearah Sony yang tengah bergulingan kesamping kanan sembari memegangi lengan kirinya yang terkena sayatan Golok Emas itu.
Blar! Blar! Blar! Sebuah ledakan hebat memenuhi tempat pertempuran itu dan Tubuh Raja Iblis itu terbakar bersama ratusan Prajurit Iblis dan kerajaan yang ikut terbakar juga.
Son, ayo cepat tinggalkan tempat ini! Sahut Adit sembari memapah Tubuh Sony yang terlihat lemas karena pertempuran tersebut dan Pak De Trimo juga berusaha membuka jalan keluar dengan tenaga yang masih tersisa meski darahnya masih bercucuran pada dada kanannya, tapi ia tak mau menyerah begitu saja melihat kedua anak muda yang begitu gigih berjuang menyelamatkan warga Desa dan dirinya.
***
Pagi yang sangat menyenangkan. Sony terbangun pelan. Setelah beberapa hari lamanya ia beristirahat setelah pertempuran itu ia tak dapat menggerakkan tubuhnya yang begitu lelah. Semua tulangnya sepertinya remuk dan ia tak dapat bangkit dari tempat tidurnya. Hari inilah ia baru bisa bangun dan segera mengambil air untuk berwudlu dan melaksanakan kewajiban Sholatnya. Beruntung keluarga Pak De Trimo dan Adit terus bergantian merawat Sony dan Pak De Trimo yang juga terlalu banyak mengeluarkan darah akibat pertempuran itu harus dirawat juga.
Mas Sony sudah bisa bangun? Bisa jalan? Sini saya bantu. Ujar Any ketika melihat sony.
Gak usah Mbak, ya sudah lumayanlah. Ujar Sony yang masih terlihat lemah.
Sudah nanti setelah Sholat rebahan lagi saja Mas, nanti sarapannya biar saya yang ambilkan ke kamar. Ujar Any lembut.
Terimakasih Mbak Any.. Jangan panggil Mbak dong, nama saja ya kan kita seumuran? Sahut Any lembut.
Ya sudah mbak eh Any tapi situ juga manggilnya nama saja ya? Any hanya tersenyum manis.
***
Sony segera duduk di teras rumah sembari menikmati keadaan sekelilingnya yang mulai berubah drastis. Kini mulai banyak pemukiman dan rumah – rumah dibangun disekitar rumah Pak De Trimo. Banyak orang – orang yang berlalu lalang dan bekerja mengurusi ladang mereka sembari tersenyum kearah Sony.
Heh Spiderman, udah sehatan loe? Sahut adit yang tiba – tiba muncul dari belakang dan segera duduk bersebelahan dengan Sony.
Yah lumayan ni Dit, gile udah hampir semingguan lebih gue di kamar, begitu keluar suasana Rumah ini sudah berbeda ya?
Alhamdulillah, semua berkat Loe Son, luar biasa loe udah berhasil mengalahkan para Iblis itu dan mengembalikan penduduk Desa ini seperti sediakala.Lihat tuh mereka lagi gotong royong membangun jalan menuju ke kota biar nanti akses kesananya gampang. Pak De Trimo yang sekarang didaulat jadi Kepala Desa ini juga sudah mulai ke kota minta disini dipasangi listrik dan irigasi biar sawah mereka rada suburan gitu.
Ya bukan gue yang hebat, kita semua yang hebat. Allah telah menunjukkan Kuasanya, Allah telah mengirim kita bertiga untuk menyelesaikan semua ini dan Alhamdulillah sekarang berbuah manis. Bilangin tuh jangan lupa suruh bangun Masjid biar bisa Sholat Jum’at bersamaan.
Iya Son ntar gue bilangin deh hehe, besok Bonyok gue juga kesini dan pasti akan ikut berpartisipasi membangun Desa ini yang sudah begitu lama terkungkung. Presiden sekarang juga mungkin mereka gak tahu hehe!
Ya bagus deh kalo gitu, jadi kita bisa pulang besok kan?
Waduh kok buru – buru sekali si Nak Sony, semua warga sedang menantikan nak Sony loh, mereka sangat berterimakasih Nak Sony dan Adit sudah berhasil menyelamatkan kita semua dari malapetaka itu. Sahut Pak De Trimo yang seketika muncul dan ikut bergabung.
Ah sudahlah Pak De, itu semua kan berkat Allah yang Maha Segalanya, saya hanya ditugaskan sebagai perantaranya saja. Lagipula saya harus bekerja lagi Pak De dan mau ziarah ke pemakaman orang tua saya dan Marni dulu. Sahut Sony merendah.
Ya sudah, kalau begitu besok biar diantar Bejo ya sekalian warga ingin memberikan oleh – oleh hasil panennya sebagai tanda terimakasih kepada kalian berdua!
Panen? Perasaan baru seminggu mereka serius bertanam masa sudah ada hasil panen si? Pak De Trimo hanya terssenyum. Sudah, sudah Pak De tolong sampaikan kepada semuanya agar jangan terlalu berlebihan, jangan sampai kejadian tempo dulu itu terulang kembali. Yang penting semua warga mau berubah lebih Tawakal itu sudah membuat saya senang Pak de. Kalo mau berterimakasih ya cukup buatkan Kopi dan ijinkan saya merokok itu sudah cukup hehe? Sahut Sony cengengesan.
Tenang, tenang ini Kopinya Sony, dan itu Adit sudah menyiapkan beberapa bungkusan Rokok, silahkan ngopi dan merokok sepuasnya! Sahut Any yang tiba – tiba muncul dengan membawa baki berisi beberapa gelas Kopi.
Hahahaha. Semua orang tertawa bahagia.
Kamu sudah siap Dit? Tanya Pak De Trimo.
Siap gak siap harus siap Pak De!
Bagus, apapun yang terjadi kita harus berani berjuang melawan mereka ya, semoga Allah SWT melindungi kita semua ...
Amin. Sahut Adit datar.
Sekarang ia tidak tahu apakah ia bisa hidup dan kembali ke Jakarta, ataukah ia harus mati disini. Haah ia baru teringat sahabatnya Sony. Andaikan ia tak mengajak Sony pasti ia tak akan merasa menyesal seperti ini.
Maafkan aku Son, aku malah membawamu kematian bersamamu, semoga kita dipertemukan lagi di akherat nanti ya . Maafkan aku. Sahut Adit dalam hati.
Trimo, ajalmu sudah datang. Bersiaplah menerima kematianmu! Sahut Panglima Iblis tersebut.
Cuih, aku ndak takut sama koe tengkorak hidup! Pak De Trimo mulai emosi dan mengencangkan otot – otot tangannya.
Serbuu! Sahut Panglima Iblis tersebut. Pak De Trimo segera berlari kedepan sembari mengibaskan senjata Golok sederhananya. Sedangkan Adit mulai bersiap dengan mengeluarkan Golok Emas dari sarungnya.
Blar! Blar! Kilatan petir Emas menyambar dari langit pertanda siap bertempur.
Prajurit Iblis itu memcah menjadi dua kelompok, kelompok pertama mengarah ke Pak De Trimo dan satunya lagi kearah Adit yang masih memegang Golok Emasnya.
Kali ini Adit sudah tidak gentar lagi, ya ketika kematian sudah ada di depan kita, sepertinya keberanian muncul begitu saja. Adit kini tidak takut lagi dengan para prajurit Iblis itu yang berwujud menyeramkan. Ia segera berlari dan berputar mengibaskan Golok Emasnya.
Blar! Blar! Brak! Beberapa prajurit itu roboh dengan terlepasnya beberapa bagian dari tubuh mereka. Segera Adit menancapkan Golok Emasnya itu ke tanah dan Duarr! Tubuh prajurit yang roboh itu langsung hancur lebur bagai debu.
Prajurit Iblis yang lain mulai ketakutan dan mundur beberapa langkah. Pak De Trimo tampak menyunggingkan senyum kepada Adit yang sudah mulai terbiasa dengan Golok Emasnya.
Adit baru mengerti kenapa Ayahnya selalu memasukkan dirinya ke beberapa perguruan bela diri seperti Wu Shu, pencak silat, Karate dan lainnya, ternyata Ayah sedang mempersiapkan dirinya agar bisa mempertahankan dirinya sendiri dalam keadaan seperti ini.
Tiba – tiba suara cekikikan yang keras datang disertai terbangnya Kuntilanak merah yang terbang begitu cepat menghampiri Pak De Trimo yang sedang sibuk menghadapi prajurit Iblis itu. Segera Adit berlari menuju sebuah batu besar dan menjejakkan kakinya sekeras mungkin dan mengarahkan Golok Emasnya keatas dan ..
Cap! Aaargh! Sebuah teriakan memilukan dari Kuntilanak merah itu yang terjatuh bergulingan ketanah dan semburan darah hitam yang keluar tanpa henti. Tiba – tiba tubuh Kuntilanak yang tergeletak itu meleleh dan terserap tanah hingga hanya menyisakan asap tebal. Pak De Trimo yang melihat kejadian itu langsung mengacungkan jempol kearah Adit sembari tangan kanannya menangkis serangan Prajurit Iblis tersebut.
Mundur kalian, orang ini biar kuhadapi sendiri! Sahut Panglima Iblis itu yang mulai turun dari kudanya.
Sang Panglima Iblis itu segera mengeluarkan senjatanya berupa sebuah pedang dengan pegangan kepala tengkorak di bagian bawahnya. Begitu pedangnya terhunus, sebuah hawa panas mulai menyelimuti areal peperangan itu. Adit mulai bersiap dengan Golok Emasnya. Sekarang hanya ada dua pilihan yaitu mati ditangannya atau menghabisinya.
Hiyaaat Trang! Trang! Trang! Golok Emas beradu dengan pedang tengkorak tersebut. Kilatan Petir Emas dan hawa panas mulai bertebaran di pertempuran tersebut. Hingga ...
Blar! Sebuah ledakan hebat terjadi akibat hentakan pedang tengkorak tersebut yang beradu dengan Golok Emas milik Adit. Keduanya terpental jauh dan bergulingan. Golok Emas dan Pedang Tengkorak juga terpental entah kemana.
Adit yang baru tersadar Golok Emasnya tidak berada ditangannya segera beringsut bangkit secepatnya menuju Golok Emasnya yang tergeletak lumayan jauh dari tempat ia terjatuh. Sang Panglima Iblis tersebut tidak menyia – nyiakan kesempatan tersebut dan segera melompat kedepan secepat mungkin sembari menghunus sebuah belati yang ia ambil dari bagian pinggangnya.
Awaaas Diiit! Pak De Trimo segera berlari secepat mungkin menghampiri Adit yang masih terfokus untuk meraih Golok Emasnya dan
Jepp! Aaargh! Belati itu menancap pada lengan Pak De Trimo yang tau – tau sudah berada dihadapan adit dan berusaha melindungi keponakan lelakinya tersebut.
Panglima Iblis tersebut segra menjejakkan kakinya ke tubuh Pak De Trimo hingga Belati yang tertancap tersebut kembali berada ditangannya dengan mata pisau yang penuh darah. Segera Adit berusaha meraih Golok emasnya yang hanya berjarak tidak jauh dari tempatnya sekarang dan...
Kraak! Aaargh!
Adit meraung kesakitan karena tangannya terinjak oleh Panglima Iblis itu dengan sengaja.
Hemm, sudah saatnya kau ke neraka bocah sok tau! Sahut Panglima Iblis itu sembari menjilati darah yang masih menempel pada mata pisau belatinya dan langsung menghunuskan Belatinya kearah Adit yang masih berusaha melpaskan tangannya dari injakan Panglima Iblis tersebut.
Klothak! Adauuw! Tiba – tiba sebuah kerikil mengenai kepala Panglima Iblis itu.
Hahaha ternyata dibalik Tenkorak itu gak ada otaknya yaa Boss, buktinya peltakan kerikil gue membuktikan kepala loe kosong hahaha! Sebuah tawa yang tidak asing lagi bagi Adit dan ketika semua menengok kearah suara tersebut, Sony dengan gaya khasnya berjalan menghampiri dengan tongkatnya sembari tangan kanannya memegang sebatang Rokok yang masih menyala.
Setan alas! Siapa lagi ini! Sahut Panglima Iblis itu geram dan berbalik berhadapan dengan Sony yang masih berjalan santai.
Ini rupanya yang coba gangguin sohib gue? Dasar jelek loe! Rambut gondrong tapi kagak punya otak haha. Pantesnya loe disebut Tengkorak jelek kagak punya otak! Sahut Sony berlagak santai. Dasar setan kecil, kau dulu yang akan kukirim ke neraka, hiyaaat! Sahut Si Panglima Iblis itu sembari melompat tinggi kedepan dan menghunuskan Belati tersebut. Dengan cepat Sony membuang Rokoknya dan mengarahkan tongkatnya itu kearah Panglima Iblis itu.
Aargh! Panglima itu terhenyak kaget tidak percaya dengan apa yang terjadi, Tubuhnya kini tertusuk tongkat milik Sony yang ia pikir tidak ada apa – apanya. Sony segera menarik tongkatnya dan kakinya langsung menendang Panglima Iblis itu hingga terkapar bergulingan di tanah. Segera dengan cepat Sony berlari dan menjejakkan kakinya kearah kepala Panglima Iblis itu dan ..
Kraak! Blass! Kepala tengkorak itu pecah dan mengeluarkan asap tebal lalu tubuh Panglima tersebut terbakar api dan hilang begitu saja.
Prajurit Iblis yang melihat kejadian tersebut segera mundur dan berlari menjauh. Sony segera membangunkan Adit dan memapah Pak De Trimo yang masih kesakitan akibat tusukan Belati milik Panglima Iblis tersebut.
Wuaah hebat banget si Loe Son? Gimana caranya loe bisa mengalahkan si Iblis itu? Kan mata loe buta?
Iya Dit, semenjak si Marni menghantuiku dulu, tanpa sengaja indera keenamku muncul degnan sendirinya. Ya gue latih aja itu pelan – pelan di setiap hari.
Oh iya ya pantesan waktu ada yang ngikutin kita loe bisa tau ya? Ah gue baru nyadar itu. Sahut Adit penuh kebanggan terhadap sahabatnya itu.
Maaf Nak Sony sudah masuk dalam permasalahan kami dan terimakasih sudah ikut membantu kami ... Sahut Pak De Trimo sambil membalut lukanya dengan kain bersih.
Sudahlah Pak De, tenang saja saya sudah tahu semuanya kok.. Sahut Sony dengan penuh kesabaran.
Tau dari mana loe? Sahut Adit penasaran.
Yaelah kuping gue kan tajem kale, kalian ngomong itu gue kedenggeran banget, emang kuping loe isinya tai doang haha! Sahut Sony berkelakar.
Ah rese loe, tau gitu tadi loe aja yang ngadepin mereka, gue udah ketar ketir sampai rasanya kematian tuh udah ada di depan mata...
Ya loe si kagak ngajak gue, ya gue diem aja, liat aja sampai dimana kehebatan loe.. Sahut Sony kalem.
Gue, elo itu apa si? Tanya Pak De Trimo menelisik penasaran.
Hehe itu bahasa gaul Pak De yang artinya saya sama kamu! Sahut Adit dengan menahan senyum.
Oooo!
Adit dan Pak De Trimo seperti mendapat kekuatan baru kali ini dengan hadirnya Sony bersama mereka.
Lalu, gimana si caranya loe melatih indera keenam loe? Sahut Adit penasaran.
Ya gampang aja bro, kita harus sadari kalau kita adalah makhluk paling sempurna di dunia ini. Tidak ada satupun makhluk yang bisa menandingi kita, bahkan Iblis itu karena itulah takdir Allah untuk kita. Ya sudah gitu aja, makannya tadi walaupun gue pake tongkat buluk gue ya si Iblis itu bisa mati dengan mudah.. Adit dan Pak De Trimo tampak mengangguk – angguk mengerti.
Tapi kenapa tadi gue udah baca – baca surat ini itu mereka kagak ngaruh sama sekali si? Sahut Adit serius.
Itu karena di dalam hati loe masih meragukan takdir Allah, loe gak yakin kalo loe adalah makhluk paling sempurna. Buktinya loe masih mengandalkan Golok Emas itu yang itu juga paling bikinan setan juga. Jadi disini itu masih pergumulan antara setan sama setan. Ya maklum aja, pada zaman dulu kan Islam belum seperti sekarang, jadi orang – orang masih percaya dan tunduk sama mitos dan segala sesuatunya itu dan itulah yang membuat manusia menjadi lemah.
Ooo gitu ya, jadi selama ini kita salah dong? Sahut Adit takjub.
Ya bukannya salah tapi belum mengerti aja si hehe. Ya udah trus gimana ni sekarang? Sahut Adit dengan memandang kearah Pak De Trimo yang semenjak tadi terdiam mencerna kata – kata Sony yang blak – blakan.
Ya udah kita satroni aja mereka semua, ancurin semua sehancur – hancurnya dan kembalikan Desa ini seperti sediakala.
Ya udah ayo deh habisi mereka! Sahut Adit bersemangat dan menarik tangan Pak De Trimo yang masih terduduk diam mencerna perkataan Sony.
Tapi kalau mereka menyerang kita? Sahut Pak De Trimo sedikit ragu.
Ya itulah Pak De, kenapa Pak De dan orang – orang di Desa ini tidak bisa terlepas dari belenggu mereka, ya karena masih takut dan ragu. Kehidupan, kematian dan jodoh itu hanya Allah yang tahu, hanya Allah yang bisa. Iblis dan Setan hanya mempermainkan kita dan itulah tugas mereka. Kalaupun nanti kita harus kmati saat menghadapi mereka ya sudah berarti umur kita Cuma segitu. Yang penting jangan sedikitpun kita tunduk sama mereka karena mereka juga ciptaan Allah.
Baiklah nak sony, ayo kita habisi mereka!
Ayo! Sahut Adit dan Sony bersamaan.
***
Adit begitu semangatnya berjalan hingga ia tidak sadar kalau ia mulai setengah berlari. Dalam perjalanan ia mulai bisa mencerna perkataan Sony yang biar kata seorang tunanetra tapi pemahamannya begitu bagus mengenai semua ini. Sedangkan Pak De Trimo masih kebingungan dengan semuanya, kenapa Golok Emas itu? Perkataan Sony dan rasa tak percaya ketika Sony berhasil membunuh Panglima Iblis itu dengan sangat mudahnya. Sedangkan dirinya sendiri masih butuh bertahun – tahun bahkan berpuluh – puluh tahun lamanya dan masih belum berhasil melawan pasukan Iblis itu terutama Panglima Iblis itu. Paling, yang ia lakukan selama ini hanya menggertaknya agar pergi dan menjauh dari rumah tersebut.
Sony berkonsentrasi penuh mengikuti langkah Adit dan Pak De Trimo, telinganya yang tajam terus memperhatikan keadaan sekitar. Kerajaan Iblis itu pasti sudah berdiri lama dan Raja Iblisnya pasti memiliki kekuatan yang sangat besar. Ia sendiri tak tahu apa bisa mengalahkannya semudah mengalahkan Panglima Iblis itu, tapi yang ia sadari adalah Allah telah mengirimkannya kesini dan membantu Adit dan keluarganya. Sony tak tahu apa ia bisa berhasil atau tidak, yang jelas ia ikhlas dan pasrah dengan semua ini hingga mungkin ia harus berhadapan dengan Raja Iblis tersebut.
Adit segera menghentikan langkahnya diikuti oleh Pak De Trimo dan Sony. Mereka bertiga terdiam sesaat begitu melihat sebuah kerajaan yang sangat megah berdiri dihadapan mereka.
Tap! Tap! Sony menpuk salah satu pundak Adit dan Pak De Trimo. Sudah saatnya kita menjemput takdir kita, hidup atau mati itu Allah yang mengatur. Kita sebagai manusia wajib untuk berusaha sekuat tenaga! Sahut Sony penuh wibawa dan keduanya mengangguk pelan.
Adit mulai mengibaskan Golok Emasnya dan Blar! Blar! Gerbang penutup tersebut hancur lebur.
Segerombolan pasukan Iblis itu segera keluar dan menghadang mereka bertiga.
Pak DE Trimo segera bersalto kedepan dan mulai menghajar pasukan Iblis itu. Kali ini semangatnya begitu tinggi hingga tanpa ia sadari kekuatannya bertambah besar hingga dalam beberapa tebasan saja puluhan pasukan Iblis itu hancur dan segera Adit menancapkan Golok Emasnya ketanah dan Duarr! Habislah pasukan Iblis itu.
Sony segera masuk kedalam dan berlari menuju suatu tempat. Sungguh pemandangan yang sangat miris, para penduduk Desa tersebut dipaksa harus bekerja membangun Istana Iblis itu. Ada yang kakinya terikat dan dicambuk dengan sadis, ada yang sedang mendorong gerobak yang penuh dengan bahan bangunan dengan hadiah cambukan yang bertubi – tubi. Teriakan kesakitan dimana – mana tapi para prajurit Iblis itu seakan tak perduli bahkan mereka menganggap itu hanyalah sebuah nyanyian kegembiraan.
Tap! Tap! Sony segera menangkap cambukan Prajurit Iblis itu yang terkejut dengan kehadiran Sony tersebut. Dengan cepat Sony menendangkan kakinya ketubuh Prajurit itu dan Blar! Tubuh prajurit itu hancur lebur. Sony segera melepas ikatan seorang pemuda yang tengah merintih kesakitan dan berteriak.
Bapak – bapak, Ibu – ibu lari tinggalkan tempat ini!
Awalnya semuanya terdiam melihat kearah Sony dan begitu melihat Pak De Trimo dan Adit yang sedang membabi buta menghancurkan para prajurit itu mereka segera berusaha melepas tali pengikat yang terdapat pada tubuh mereka masing – masing dan berhamburan lari keluar meninggalkan Istana Iblis itu.
Prajurit Iblis itupun mulai kepayahan menghadapi serangan Adit dan yang lainnya. Perlahan jumlah pasukan Iblis tersebut mulai berkurang dan mereka lebih banyak mundur ketimbang menyerang balik. Apalagi tanpa ada komando dari Panglima Iblis, sepertinya kekuatan mereka kacau balau. Pak De Trimo semakin percaya diri melihat keadaan itu. Dalam hati ia bersyukur memiliki keponakan dan anak muda yang pemberani. Pasukan Iblis yang tersisa mulai merapat dan mundur kebelakang. Sony tahu mereka sedang melindungi keberadaan Raja Iblis yang pasti sedang berada di tempat itu. Tiba – tiba suara tawa keras menggelegar dan mereka bertiga bersiap dengan situasi yang berbeda.
Hahaha akhirnya kalian kesini untuk mengantarkan nyawa kalian sendiri!
Sesosok bermata merah akhirnya muncul dari atas menara dengan taring yang menyeramkan.
Cuih! Kami kesini justru akan menjadikanmu sate Iblis! Sahut Pak De Trimo mulai menggertak.
Segera Raja Iblis itu melompat turun dari menara yang cukup tinggi itu dan pak De Trimo segera berancang – ancang untuk melompat guna menghadapi si Raja Iblis itu tapi
Aargh! Tiba – tiba muncul ribuan tangan dari dalam tanah dan berusaha mencekal kaki ketiganya.
Sony, Adit dan Pak De Trimo segera berupaya melepaskan cengkeraman tangan – tangan itu tapi tiba – tiba tanah menjadi lembek seperti lumpur dan ketiganya mulai terperosok masuk kedalam.
Adit segera menancapkan Golok Emasnya ketanah tersebut dan Blar! Ribuan tangan hancur bertebaran kesana kemari.
Pak De yang merasa sudah terbebas dari cengeraman tangan itu segera melompat kedepan dan mengarahkan Goloknya kearah Raja Iblis itu.
Sang Raja tidak mau kalah, segera ia menyabet Tombak dari salah satu prajuritnya dan melompat kedepan sembari menghunuskan Tombaknya dengan cepat.
Trang! Jep! Argh!
Pak De Trimo terpental sembari memegangi dada sebelah kanannya yang telah tertusuk Tombak itu.
Pak De! Serentak Sony dan Adit berlari menuju kearah Pak De Trimo yang tengah kesakitan.
Melihat Pak De Trimo yang mengeluarkan darah segar dan merintih kesakitan itu, Adit mulai emosi dan segera berlari cepat sembari menghunus Golok Emasnya kearah Raja Iblis tersebut.
Tap! Segera Raja Iblis itu menangkap ujung Golok Emas itu dengan satu tangannya. Tapi Adit tak mau menyerah begitu saja, dengan sekuat tenaga ia terus mendorong Golok Emas tersebut agar bisa menghujam jantung Raja Iblis tersebut. Tapi sepertinya Raja Iblis itu terlalu kuat dan kesaktian Golok Emas itu sepertinya menghilang begitu saja.
Tiba – tiba tubuh Adit bagai disengat listrik ribuan Volt dan ia bergetar hebat. Adit mulai berpikir untuk mencabut Goloknya saja dan menebasnya dengan arah yang lain tapi Golok tersebut seperti sudah menempel kuat pada tangan Raja Iblis itu dan Adit terus merasa seperti mendapat sengatan listrik yang luar biasa.
Adit! Adit! Lepas Dit! Kamu jangan gegabah, lepaskan Golok Emas itu! Sahut Sony berteriak memperingatkan Adit yang masih berusaha mempertahankan Golok Emasnya itu.
Bagaimana mungkin ia bisa menghadapi Raja Iblis itu tanpa Golok Emasnya. Astaghfirullah, Adit baru teringat perkataan Sony beberapa waktu lalu. Golok Emas juga adalah setan, jadi itu seperti pergumulan setan melawan setan. Adit mulai sadar, ia terlalu menggantungkan hidupnya pada Golok Emas itu. Dan dengan hentakan keras Adit mulai menghentakan tangannya melepas Golok Emas tersebut dan Blar! Adit bergulingan menjauh dari Raja Iblis tersebut.
Haha Akhirnya kau kembali juga Golok Emasku! Dasar pengkhianat, Suryo telah mencurinya dariku dan kini akan kuhabisi semua anak keturunannya, hahaha!
Tawa itu menggelegar disertai kilatan petir berwarna keemasan. Adit dan Pak De Trimo berpandangan seakan tak percaya dengan apa yang diucapkan Raja Iblis tersebut.
Srek! Srek! Srek! Raja Iblis itu berjalan pelan mendekati Adit yang masih terlihat lemas karena setruman pedang Golok Emas itu. Dan ketika sudah hampir beberapa langkah lagi, segera Raja Iblis itu menghunuskan Golok Emas itu keatas dan seketika kilatan petir berwarna Emas terus menyambar disekitar tempat itu.
Hey, Hey permainan belum selesai Raja! Sony tiba – tiba sudah berada di depan Adit dan berhadapan dengan Raja Iblis itu.
Kau siapa? Tanya Raja Iblis itu sambil matanya menelisik memperhatikan tubuh Sony dari atas sampai kebawah.
Aku Si Buta dari Goa hantu, halah aku Spiderman, halah bukan – bukan, aku adalah hamba Allah!
Tanpa sadar Raja Iblis itu mundur beberapa langkah.
Kau harus tahu Raja, kita diciptakan utnuk saling berdampingan. Kau betugas untuk mengganggu kami, dan kami berhak untuk melawanmu. Allah mengirimkan kita ke dunia ini dan sekarang hanya dua pilihanmu. Pergi dari sini atau atas izin Allah kau kukembalikan dengan cepat!
Hemmm sungguh pilihan yang cukup sulit ya anak muda. Tapi ini kerajaanku dan aku sudah ada disini cukup lama sebelum kau disini!
Tapi kau terlalu mengganggu dan mengusik ketenangan manusia disini hingga mereka terpaksa menyembahmu!
Terpaksa? Kau bilang terpaksa? Mereka dengan sukarela memberikan jiwanya untukku dan kerajaan ini dan sudah sepatutnya aku menjadi hak atas mereka!
Tidak, kau memanfaatkan kelemahan mereka, kau hadir disaat mereka kehilangan jiwanya, kau datang merusak segalanya hingga mereka terpaksa berlutut menyerahkan jiwa mereka untukmu!
Hahaha luar biasa kau anak muda. Berani sekali kau berbicara seperti itu padaku!
Tidak, Allah lah yang mengirimku kesini untuk berhadapan denganmu Raja!
Aku tidak pernah membuat perjanjian dengan manusia seperti kau, manusialah yang selalu membuat perjanjian kepadaku dengan menyerahkan jiwa mereka hahaha!
Untuk itulah aku disini, untuk meluruskan semuanya. Menjadikannya apa yang seharusnya terjadi ...
Kau terlalu banyak bicara anak muda, sekarang akulah yang akan mengantarmu ke neraka, Hiyaaat!
Blar! Blar! Trang! Trang! Golok Emas itu beradu dengan tongkat alumunium milik Sony. Ledakan bertubi – tubi mengiringi pertempuran sengit mereka. Raja Iblis tahu kematian Panglimanya itu karena Sony dan ia menjadi lebih berhati – hati dengan pergerakan Sony yang luar biasa itu.
Hap! Raja Iblis itu melompat kebelakang jauh dan sony yang tak bisa melompat sejauh itu segera merunduk mengambil beberapa buah batu kecil dan melemparkannya kearah Raja Iblis itu.
Trang! Trang! Trang! Raja Iblis itu menangkisnya dengan Golok Emas Itu.
Dasar Bocah tengik, kenapa kau melempar batu kecil itu? Ini seperti perkelahian anak kecil saja! Geram Raja Iblis itu.
Untuk melawanmu tak perlu dengan cara – cara yang wajar, lagipula ngapain kamu mundur kebelakang? Kamu takut ya denganku?
Cuih, anak sombong, kini kau yang kuhabisi!
Bleg! Bleg! Bleg! Segera Raja Iblis itu kembali bersalto kedepan sembari menghunus Golok Emasnya. Sony bersiap dengan serangan itu.
Trang! Trang! Blar! Blar! Pertempuran sengitpun kembali berlangsung. Adit dan Pak De Trimo memicingkan matanya ekstra keras karena pertempuran keduanya memang benar – benar sangat cepat dan terkadang hampir kesulitan memperhatikannya dengan mata biasa.
Plak! Plak! Buk! Beberapa kali tangan mereka beradu dan satu pukulan telak berhasil mengenai dada Raja Iblis itu hingga sedikit terseret kebelakang.
Huekh! Tiba – tiba Raja Iblis itu memuntahkan darah hitamnya dari mulutnya dan ia memandang Sony seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi.
Sebelum semuanya terlambat, lari dan pergilah dari sini. Bawa semua pasukanmu! Sahut Sony tenang sambil mengatur nafasnya yang mulai kehabisan akibat pertempuran sengit itu.
Raja Iblis itu hanya memandang tajam kepada Sony. Ia tak percaya dengan pertempuran tadi. Seorang manusia bisa menghajarnya seperti itu hingga ia harus mengeluarkan Darah hitamnya.
Kau sudah berkali – kali aku peringatkan tapi kau tetap saja disini, aku masih tetap memberimu dua pilihan itu dan sekarang pilihlah dengan bijak!
Cuih, aku memilih lebih baik aku menghabisimu sekarang, Hiyaat!
Bam! Blar! Blar Trang! Trang!
Pertarungan sengit kembali dimulai. Kali ini Raja Iblis benar – benar menggunakan kekuatan penuh untuk melawan Sony. Petir Emas menggelegar dimana – mana dan Sony tak gentar sedikitpun melawan Raja Iblis itu. Ia sudah mempersiapkannya, untuk menghadapi Raja Iblis itu ia tidak boleh ragu sedikitpun dan hati harus tetap Ikhlas dan pasrah kepada Allah SWT Yang Maha Segalanya.
Bak! Kali ini tendangan Sony berhasil mengenai Dada atas sebelah kanan Raja Iblis dan Sang Raja bergulingan kebelakang. Sonypun tak menyia- nyiakan kesempatan itu dan segera ia hunuskan tongkat Alumuniumnya kedepan mengarah ke Jantung Raja Iblis itu.
Sony.... Apa kau masih mencintaiku?
Marni? Tidak! Sony segera menarik Tongkatnya yang akan menghujam Jantung Raja Iblis itu yang tiba – tiba berubah menjadi Sosok Marni yang ia kenal.
Sony, pulanglah Sony, Ibu menunggumu!
Ibu...uu!
Sony... pulanglah Sony...!
Ayah? Ayaah? Tidaaaak!
Sony mejadi kebingungan tiba – tiba muncul sosok Ibu, Ayah dan Marni dari segala arah mengelilingi Sony yang tampak kebingungan dan menjadi emosi.kepalanya kini muncul memori kenangan saat Marni bertandang kerumahnya disaat – saat terakhir ia dapat menjumpainya. Ayah dan Ibunya yang telah lama Wafat dimana ia begitu rindunya terhadap mereka semua.
Tidak! Tidak! Ini tidak boleh terjadi! Teriak Sony sembari memukul – mukulkan kepalanya sendiri.
Jrep! Tiba – tiba beberapa kuku panjang yang mengerikan menancap pada pundak Sony disebelah kiri.
Aargh! Sony bergulingan kesamping kanan sembari memegangi lukanya itu.
Sony tak dapat menghentikan kenangan – kenangan masa lalunya bersama kedua orangtuanya dan Marni, ia juga tak dapat fokus pada pertarungannya melawan Raja Iblis tersebut.
Aargh! Kali ini cakaran kuku tajam itu mengenai perut Sony dan lagi – lagi Sony bergulingan kesamping dan ...
Hap!
Tiba – tiba ia mencengkeram sesuatu dari dalam tanah dan menariknya kuat . kuat. Muncul kepala Kuntilanak dengan mata yang berlubang dan seringai mengerikan yang tengah terjambak rambutnya oleh tangan Sony.
Blas! Aargh! Suara teriakan memilukan menggaung keras disekeliling pertempuran itu. Sony berhasil memukul kepala Kuntilanak itu hingga hancur berantakan memuncratkan darah hitam yang panas dimana – mana hingga mengepulkan asap.
Sony kembali mengambil Tongkatnya yang berada tidak jauh dari tempat dimana ia berada dan segra berjalan pelan menuju Raja Iblis yang tengah melongo keheranan.
Bagaimana kau bisa mengetahuinya? Tanya Raja Iblis keheranan melihat Kuntilanak kepercayaannya kini terkapar mati dengan kepala yang hancur lebur bersimbah darah hitam.
Ingat Raja, aku melawanmu tanpa menggunakan mata biasa, untuk melawanmu aku menggunakan Naluri seorang manusia, ya naluri untuk bertahan hidup dengan kekuatan sendiri. Itu kan yang kau lemahkan untuk kami?
Kau memang benar – benar manusia yang luar biasa, aku tak akan pernah menyesal melawanmu, hihiyaaat!
Tubuh Sang Raja Iblis itu terbang meluncur kedepan dengan cepat sembari menghunuskan Golok Emasnya dan Jep! Aaargh!
Tongkat Sony berhasil menghujam Jantung Raja Iblis itu yang hanya menatap tajam kearah Sony yang tengah bergulingan kesamping kanan sembari memegangi lengan kirinya yang terkena sayatan Golok Emas itu.
Blar! Blar! Blar! Sebuah ledakan hebat memenuhi tempat pertempuran itu dan Tubuh Raja Iblis itu terbakar bersama ratusan Prajurit Iblis dan kerajaan yang ikut terbakar juga.
Son, ayo cepat tinggalkan tempat ini! Sahut Adit sembari memapah Tubuh Sony yang terlihat lemas karena pertempuran tersebut dan Pak De Trimo juga berusaha membuka jalan keluar dengan tenaga yang masih tersisa meski darahnya masih bercucuran pada dada kanannya, tapi ia tak mau menyerah begitu saja melihat kedua anak muda yang begitu gigih berjuang menyelamatkan warga Desa dan dirinya.
***
Pagi yang sangat menyenangkan. Sony terbangun pelan. Setelah beberapa hari lamanya ia beristirahat setelah pertempuran itu ia tak dapat menggerakkan tubuhnya yang begitu lelah. Semua tulangnya sepertinya remuk dan ia tak dapat bangkit dari tempat tidurnya. Hari inilah ia baru bisa bangun dan segera mengambil air untuk berwudlu dan melaksanakan kewajiban Sholatnya. Beruntung keluarga Pak De Trimo dan Adit terus bergantian merawat Sony dan Pak De Trimo yang juga terlalu banyak mengeluarkan darah akibat pertempuran itu harus dirawat juga.
Mas Sony sudah bisa bangun? Bisa jalan? Sini saya bantu. Ujar Any ketika melihat sony.
Gak usah Mbak, ya sudah lumayanlah. Ujar Sony yang masih terlihat lemah.
Sudah nanti setelah Sholat rebahan lagi saja Mas, nanti sarapannya biar saya yang ambilkan ke kamar. Ujar Any lembut.
Terimakasih Mbak Any.. Jangan panggil Mbak dong, nama saja ya kan kita seumuran? Sahut Any lembut.
Ya sudah mbak eh Any tapi situ juga manggilnya nama saja ya? Any hanya tersenyum manis.
***
Sony segera duduk di teras rumah sembari menikmati keadaan sekelilingnya yang mulai berubah drastis. Kini mulai banyak pemukiman dan rumah – rumah dibangun disekitar rumah Pak De Trimo. Banyak orang – orang yang berlalu lalang dan bekerja mengurusi ladang mereka sembari tersenyum kearah Sony.
Heh Spiderman, udah sehatan loe? Sahut adit yang tiba – tiba muncul dari belakang dan segera duduk bersebelahan dengan Sony.
Yah lumayan ni Dit, gile udah hampir semingguan lebih gue di kamar, begitu keluar suasana Rumah ini sudah berbeda ya?
Alhamdulillah, semua berkat Loe Son, luar biasa loe udah berhasil mengalahkan para Iblis itu dan mengembalikan penduduk Desa ini seperti sediakala.Lihat tuh mereka lagi gotong royong membangun jalan menuju ke kota biar nanti akses kesananya gampang. Pak De Trimo yang sekarang didaulat jadi Kepala Desa ini juga sudah mulai ke kota minta disini dipasangi listrik dan irigasi biar sawah mereka rada suburan gitu.
Ya bukan gue yang hebat, kita semua yang hebat. Allah telah menunjukkan Kuasanya, Allah telah mengirim kita bertiga untuk menyelesaikan semua ini dan Alhamdulillah sekarang berbuah manis. Bilangin tuh jangan lupa suruh bangun Masjid biar bisa Sholat Jum’at bersamaan.
Iya Son ntar gue bilangin deh hehe, besok Bonyok gue juga kesini dan pasti akan ikut berpartisipasi membangun Desa ini yang sudah begitu lama terkungkung. Presiden sekarang juga mungkin mereka gak tahu hehe!
Ya bagus deh kalo gitu, jadi kita bisa pulang besok kan?
Waduh kok buru – buru sekali si Nak Sony, semua warga sedang menantikan nak Sony loh, mereka sangat berterimakasih Nak Sony dan Adit sudah berhasil menyelamatkan kita semua dari malapetaka itu. Sahut Pak De Trimo yang seketika muncul dan ikut bergabung.
Ah sudahlah Pak De, itu semua kan berkat Allah yang Maha Segalanya, saya hanya ditugaskan sebagai perantaranya saja. Lagipula saya harus bekerja lagi Pak De dan mau ziarah ke pemakaman orang tua saya dan Marni dulu. Sahut Sony merendah.
Ya sudah, kalau begitu besok biar diantar Bejo ya sekalian warga ingin memberikan oleh – oleh hasil panennya sebagai tanda terimakasih kepada kalian berdua!
Panen? Perasaan baru seminggu mereka serius bertanam masa sudah ada hasil panen si? Pak De Trimo hanya terssenyum. Sudah, sudah Pak De tolong sampaikan kepada semuanya agar jangan terlalu berlebihan, jangan sampai kejadian tempo dulu itu terulang kembali. Yang penting semua warga mau berubah lebih Tawakal itu sudah membuat saya senang Pak de. Kalo mau berterimakasih ya cukup buatkan Kopi dan ijinkan saya merokok itu sudah cukup hehe? Sahut Sony cengengesan.
Tenang, tenang ini Kopinya Sony, dan itu Adit sudah menyiapkan beberapa bungkusan Rokok, silahkan ngopi dan merokok sepuasnya! Sahut Any yang tiba – tiba muncul dengan membawa baki berisi beberapa gelas Kopi.
Hahahaha. Semua orang tertawa bahagia.
TAMAT
Komentar
Posting Komentar